Lewati ke konten
Kembali ke blog

UMKM

Cara Membuat Toko Online untuk UMKM: Panduan Lengkap dari Nol

Cara membuat toko online untuk UMKM sekarang lebih mudah dari yang kamu bayangkan. Dulu, bikin toko online butuh coding mahal dan waktu…

R

RefaadStack

Penulis

·5 menit

UMKM

Screenshot segera hadir

Cara membuat toko online untuk UMKM sekarang lebih mudah dari yang kamu bayangkan. Dulu, bikin toko online butuh coding mahal dan waktu berbulan-bulan. Sekarang? Kamu bisa mulai jualan online dalam hitungan jam — bahkan gratis. Tapi tunggu dulu, sebelum kamu terjun, ada beberapa hal penting yang harus kamu tau biar toko onlinemu nggak cuma jadi "toko hantu" yang sepi pengunjung.

Di artikel ini, aku bakal jelasin langkah demi langkah cara bikin toko online untuk UMKM — dari nol sampe jalan. Gampang, praktis, dan yang paling penting: nggak bikin pusing.

Cara Membuat Toko Online untuk UMKM: Kenapa Sekarang Waktunya?

Tahun 2026, transaksi online di Indonesia udah tembus ratusan triliun rupiah. Artinya? Pelanggan kamu udah ada di sana — di Shopee, Tokopedia, Instagram, atau bahkan Google. Kalau kamu belum jualan online, kamu kehilangan pasar yang sangat besar.

Tapi jangan salah paham. Bukan berarti kamu harus pindah entirely ke online. Toko online itu tambahan — satu channel lagi yang buka 24 jam tanpa libur.

Langkah 1: Tentukan Produk Apa yang Mau Dijual Online

Nggak semua produk cocok dijual online. Pertimbangkan:

  • Mudah dikirim? — Produk yang ringan dan nggak gampang rusak lebih ideal. Makanan basah? Bisa, tapi butuh packaging khusus.
  • Harga sesuai ongkir? — Kalau produk Rp10.000 tapi ongkir Rp25.000, orang bakal mikir dua kali.
  • Ada demand-nya? — Cek di Shopee atau Tokopedia: produk sejenis laku nggak? Berapa banyak yang jual? Berapa harga rata-rata?

Tips: mulai dari 5-10 produk bestseller kamu dulu. Jangan langsung masukin semua — fokus di yang udah terbukti laku.

Langkah 2: Pilih Platform yang Cocok

Ada beberapa opsi, tergantung kebutuhan kamu:

Marketplace (Paling Gampang)

  • Shopee — Gratis, traffic besar, banyak promo. Cocok buat pemula.
  • Tokopedia — Mirip Shopee, lebih fokus ke produk lokal.
  • Lazada — Lebar reach-nya, tapi kompetisi ketat.

Kelebihan: traffic udah ada, tinggal jual. Kekurangan: komisi per transaksi, dan kamu nggak punya data pelanggan.

Toko Online Sendiri (Lebih Lengkap)

  • WordPress + WooCommerce — Gratis, fleksibel, tapi butuh hosting sendiri.
  • Shopify — Bayar bulanan, tapi super gampang dipake.
  • Custom website — Paling bebas, tapi butuh budget lebih.

Kelebihan: kamu punya data pelanggan, bisa bikin branding sendiri, nggak ada komisi. Kekurangan: harus promosi sendiri buat narik traffic.

Media Sosial (Cepat tapi Terbatas)

  • Instagram Shop — Bagus buat produk visual (fashion, makanan, aksesoris).
  • Facebook Marketplace — Cocok buat produk lokal dan secondhand.

Rekomendasi kami: mulai dari marketplace dulu buat ngetes demand, terus pelan-pelan bikin toko online sendiri kalau udah yakin.

Langkah 3: Siapkan Foto dan Deskripsi Produk

Ini yang paling sering dilupain padahal paling menentukan penjualan. Foto produk yang jelek = orang scroll lewat.

  • Foto dengan pencahayaan bagus — Pakai cahaya alami dari jendela. Nggak perlu kamera mahal, HP cukup.
  • Tampilin dari beberapa sudut — Depan, samping, detail. Biar pelanggan tau persis produknya kayak gimana.
  • Deskripsi yang jujur dan lengkap — Ukuran, bahan, warna, cara pakai, cara perawatan. Semakin lengkap, semakin sedikit pertanyaan yang masuk.

Tambahan: kalau bisa, tambahin video singkat. Produk yang ada videonya dapat conversion rate lebih tinggi dari yang cuma foto.

Langkah 4: Atur Sistem Pembayaran dan Pengiriman

Ini bagian yang bikin banyak UMKM mundur. Padahal sekarang udah gampang banget.

Pembayaran:

  • Transfer bank — paling simpel, tapi harus cek manual.
  • Midtrans / Xendit — auto-confirmation, support kartu, e-wallet, QRIS.
  • COD (Cash on Delivery) — bikin pelanggan lebih percaya, tapi risiko cancel lebih tinggi.

Pengiriman:

  • JNE, J&T, SiCepat — paling umum, coverage luas.
  • GrabExpress / GoSend — buat pengiriman same-day di kota yang sama.
  • Ambil sendiri di toko — gratis, dan pelanggan bisa sekalian lihat produk lain.

Langkah 5: Pasang CTA WhatsApp di Semua Channel

Orang Indonesia itu lebih suka chat langsung daripada ngisi form. Jadi pastikan di setiap platform, ada cara buat pelanggan langsung chat kamu via WhatsApp.

Di marketplace: tambahin "Chat Penjual" yang langsung nyambung ke WhatsApp. Di website: pasang tombol WhatsApp floating yang mencolok. Di Instagram: taruh link WhatsApp di bio.

Langkah 6: Promosi yang Nggak Harus Mahal

Bikin toko online itu separuh perjuangan. Separuh lagi: promosi. Tapi nggak harus bayar iklan mahal.

  • Share ke grup WhatsApp lokal — Grup RT, grup ibu-ibu arisan, grup komunitas. Tapi jangan spam — kasih value dulu, baru nawarin produk.
  • Posting di Instagram secara konsisten — Minimal 3-4x seminggu. Foto produk, behind the scenes, testimoni pelanggan.
  • Minta review dari pelanggan — Foto produk dikirim ke pelanggan, minta izin share di medsos.
  • Kolaborasi dengan UMKM lain — Cross-promotion: kamu promoin produk dia, dia promoin produk kamu.

Perhitungan Biaya Awal

Mari kita hitung kasar buat mulai toko online UMKM:

  • Marketplace (Shopee/Tokopedia): Gratis
  • Domain + Hosting (untuk website sendiri): Rp500rb – Rp1.5jt/tahun
  • Foto produk (pakai HP sendiri): Gratis
  • Packaging: Rp2.000 – Rp10.000/pcs tergantung produk

Total untuk mulai dari marketplace: Rp0. Serius, nol rupiah. Modal kamu cuma waktu dan foto produk yang bagus.

Butuh Bantuan Bikin Toko Online?

Kalau kamu mau yang langsung jadi — website toko online profesional dengan fitur lengkap, desain bagus, dan sistem pembayaran yang aman — kami di RefaadStack bisa bantu. Kami paham kondisi UMKM di Jambi, dan kami bikin solusi yang sesuai budget kamu.

Lihat portofolio kami untuk lihat contoh toko online yang udah kami bikin untuk klien lain.

Mau langsung mulai? Konsultasi aja dulu — gratis, nggak ada komitmen. Kami dengerin dulu kebutuhanmu, baru kasih rekomendasi.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Tanpa kewajiban. Kami bantu cari solusi yang tepat untuk bisnismu.

Punya bisnis yang perlu dibantu digitalisasi?

Butuh pembuatan aplikasi, website, atau sistem digital untuk bisnismu? Ceritakan kebutuhanmu — kami bantu kasih arahan yang tepat.